MINUT, Jurnal Sulut.Com - Gerakan Nasional
Pemulihan DAS (GN-PDAS) Sulut yang
dilaksanakan atas kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Sulut dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan
Lindung Tondano (BPDASHLT)
serta pemerintah Desa Batu dan Desa Werot mengadakan sosialisasi di
Balai Desa Batu, Jumat 22 November 2019.
Pemerintah Desa Batu
dan Desa Werot Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara Sulut dipastikan Desember 2019 akan milikki Kebun Bibit Desa (KBD)
untuk tanaman buah dan kayu.
Kepala Seksi (Kasi)
Program Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Tondano, Teguh
Wahyu Widodo mengatakan, program KBD ini sangat baik untuk menjaga kelestarian
lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat khusus petani.
"Dari semua desa
yang ada di Sulut, baru dua
desa ini yang siap untuk dikembangkam KBD. Kedua desa ini akan menjadi desa
percontohan. Tahun depan ada beberapa desa yang siap kembangkan program
ini," tutur Widodo.
Menurut Widodo, Pemerintah siap membantu desa yang
akan menjalankan program ini dengan pemberian bibit pohon dan buah.
"Untuk itu, Balai
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Tondano memberikan kesempatan
bagi masyarakat kedua desa itu untuk melakukan permintaan bibit. Ini juga guna
menunjang KEK Pariwisata di Likupang," tandas Teguh ramah.
Hukum Tua (Kumtua) Desa
Batu, Jerry Sampelan mengatakan jika pemerintah Desa Batu akan menyiapkan 50
hektar lahan untuk ditanam 40 ribu bibit pohon dan buah. Nantinya, pengerjaan
pembibitan ini akan dilakukan oleh 4 kelompok tani (Koptan) yang ada di desa
itu.
"Tiap Koptan akan
menangani 10 ribu bibit pohon. Penyediaan lahan ini akan dilakukan awal bulan
Desember mendatang dan penanaman pada bulan Februari 2020 mendatang,"
jelas Jerry.
Dirinya juga mengatakan,
dalam penyediaan bibit ini, untuk buah-buahan sebanyak 90% dan sisanya 10%
untuk bibit kayu.
Penanaman akan dilakukan di samping aliran
sungai.
"Bibit kayu akan
ditanam di samping mata air," timpal Jerry Sampelan.
Senada dikatakan Kumtua
Werot, Fanly Walandouw Desa Werot sendiri ada 40 hektar untuk ditanam 40 ribu
hektar bibit buah dan pohon.
Penanaman ini perlu
dilakukan mengingat Desa Werot siap mempertahan desa buah. "Nantinya ada 1
koptan dan masyarakat yang akam mengelolahnya," pungkasnya. [M.Tene]



